Monday, March 16, 2009

Hujan


Ada kegundahan tersendiri yang dirasakan seekor anak katak ketika langit tiba-tiba gelap. "Bu, apa kita akan binasa. Kenapa langit tiba-tiba gelap?" ucap anak katak sambil merangkul erat lengan induknya. Sang ibu menyambut rangkulan itu dengan belaian lembut.

"Anakku," ucap sang induk kemudian. "Itu bukan pertanda kebinasaan kita. Justru, itu tanda baik." jelas induk katak sambil terus membelai. Dan anak katak itu pun mulai tenang.

Namun, ketenangan itu tak berlangsung lama. Tiba-tiba angin bertiup kencang. Daun dan tangkai kering yang berserakan mulai berterbangan. Pepohonan meliuk-liuk dipermainkan angin. Lagi-lagi, suatu pemandangan menakutkan buat si katak kecil. "Ibu, itu apa lagi? Apa itu yang kita tunggu-tunggu?" tanya si anak katak sambil bersembunyi di balik tubuh induknya.

"Anakku. Itu cuma angin," ucap sang induk tak terpengaruh keadaan. "Itu juga pertanda kalau yang kita tunggu pasti datang!" tambahnya begitu menenangkan. Dan anak katak itu pun mulai tenang. Ia mulai menikmati tiupan angin kencang yang tampak menakutkan.

"Blarrr!!!" suara petir menyambar-nyambar. Kilatan cahaya putih pun kian menjadikan suasana begitu menakutkan. Kali ini, si anak katak tak lagi bisa bilang apa-apa. Ia bukan saja merangkul dan sembunyi di balik tubuh induknya. Tapi juga gemetar. "Buuu, aku sangat takut. Takut sekali!" ucapnya sambil terus memejamkan mata.

"Sabar, anakku!" ucapnya sambil terus membelai. "Itu cuma petir. Itu tanda ketiga kalau yang kita tunggu tak lama lagi datang! Keluarlah. Pandangi tanda-tanda yang tampak menakutkan itu. Bersyukurlah, karena hujan tak lama lagi datang," ungkap sang induk katak begitu tenang.

Anak katak itu mulai keluar dari balik tubuh induknya. Ia mencoba mendongak, memandangi langit yang hitam, angin yang meliuk-liukkan dahan, dan sambaran petir yang begitu menyilaukan. Tiba-tiba, ia berteriak kencang, "Ibu, hujan datang. Hujan datang! Horeeee!"
**

Anugerah hidup kadang tampil melalui rute yang tidak diinginkan. Ia tidak datang diiringi dengan tiupan seruling merdu. Tidak diantar oleh dayang-dayang nan rupawan. Tidak disegarkan dengan wewangian harum.

Saat itulah, tidak sedikit manusia yang akhirnya dipermainkan keadaan. Persis seperti anak katak yang takut cuma karena langit hitam, angin yang bertiup kencang, dan kilatan petir yang menyilaukan. Padahal, itulah sebenarnya tanda-tanda hujan.

Benar apa yang diucapkan induk katak: jangan takut melangkah, jangan sembunyi dari kenyataan, sabar dan hadapi. Karena hujan yang ditunggu, insya Allah, akan datang. Bersama kesukaran ada kemudahan. Sekali lagi, bersama kesukaran ada kemudahan. -FatulNC-

Monday, January 5, 2009

KADO UNTUK GURU


"ayeee..
semuanya, bosankan di rumah?
rapat rohis yuk!! ada hal penting yang mau gue omongin.
ini penting, tolong datang !!"

itulah sms yang aku terima dari teman, aku kira apa? ternyata, cuma buat ngomongin ulang tahun guru kita tercinta 'bu Tuti Qomariah' alis bu Qoqom alias bu cocom

selamat ulang milad yah BU...
semoga umur ibu berkah.
semoga dalam tiap langkah ibu selalu terpayungi keridhoanNya
semoga ibu mendapat syafaat Rasulullah di yaumil akhir kelak,
dan semoga semua hal yang ibu ajarkan pada kami dapat kami manfaatkan dengan sebaik-baiknya. (hiks kaya mau perpisahan aja : p)

hmmm, gak kerasa judah hampir dua tahun aku diajarin sama ibu, terimakasih banyak guruku tercinta.
semoga murui-muridmu dapat menjadi generasi yang cerah, secerah mentari dhuha dan senantiasa menghangatkan dunia
Amiiiin, amiiin

HAPPY NEW YEAR !!!

1429 H telah berlalu, tapi semaraknya tetap saja kalah meriah dengan pergantian tahun ke 2009 M. Sangat mengenaskan. Ternyata masih banyak saudaraku yang belum mengenal islam. T_T
Fenomena pergantian kedua tahun ini benar-benar berbeda. Ini sangat jelas terlihat karena kebetulan tahun ini (2008:red) pergantian tahun Hijriah dan Masehi berdekatan. Yang lebih memprihatinkan lagi yaitu saat selama perjalananku menuju Monas lalu pulang lagi ke rumah dan berangkan ke kebayoran lalu pulang lagi ke rumah, sekian banyak spanduk yang mengucapkan ‘selamat natal & tahun baru 2009’, hanya ada dua spanduk yang mengucapkan ‘selamat tahun baru Hijriah’. Itupun dari bapak presiden kita (terima kasih bapak Presiden ^_^)
Hmm,, dengan berdekatannya waktu pergantian tahun masehi dan hijriah ini, aku makin tahu bahwa dunia makin luput dengan kelupaan. Ternyata mereka lupa dengan islam dan Rasulullah yang telah memperjuangkannya,dan pasti mereka telah melupakan Allah. Duuh, cedihnaa T_T nagis lagi deh. Na’udzubillah himindzalik.
Saat tahun baru hijriah, hanya ada 3 orang teman yang mengucapkan selamat tahun baru kepadaku, sedangkan saat tahun baru masehi ada 4 orang berbeda yang mengucapkannya. Yah, meski hanya berselisih satu suara, tetap saja menyedihkan. Memang sih, bukan ucapan ‘selamat tahun baru’ yang aku mau. Tapi dengan mengucapkannya itu sudah melambangkan bahwa ‘kita’ telah menghargai dan mengingat agama kita sendiri.
T_T hikhik. Kasihan agamaku, ooh islamku sayang islamku malang.
Jika kita lihat penyambutan tahun baru masehi, huhf, itu benar-benar sangat berbeda benar dengan penyambutan tahun baru hijriah. Semangat sorak gempita terdengar menggema seantero kota, tipuan terompet saling bersahut-sahutan di sepanjang jalan, dan pesta bakar ayam pasti tak mau kalah untuk dilakukan ‘keluarga-keluarga malang’ di atas jam 00.00.
Sebenarnya, tahun baru masehi itu punya siapa sih?? ‘ _’ (muka bingung) Bukankah tahun baru masehi itu milik orang-orang nasrani??
Jadi begini, tahun baru masehi itu pada mulanya dirayakan oleh Julius Caesar pada abad ke-45 SM. Konon ini dilakukan sang kaisar untuk menghormati Dewa Janus (dewa yang digambarkan bermuka dua yang merupakan dewa pintu dan semua permulaan). Seiring dengan berkembangnya agama nasrani acara ini diwajibkan satu paket dengan natal
Naah,, gitu. Jadi perayaan tahun baru masehi itu murni milik para nasrani. So,, do you want to be one of them? Kalau nggak, yuk kita tinggalkan tradisi itu. Kita ganti semua itu dengan mengingat tahun baru hijriah dengan cara membaca do’a akhir dan awal tahun hijriah, memulainya dengan instrospeksi diri dan dzikir sebanyak-banyaknya, berdo’a agar di tahun selanjutnya kita bisa lebih baik dan makin disayang olehNya. Eits, jangan lupa juga berdo’a untuk saudara-saudara kita yang ada di bumi Palestin itu ya.. semoga mereka dapat merdeka dan dapat mengambil hak mereka kembali seutuhnya. Amiin
So,, yuk kita kenali islam lebih dalam, sayangi dia, Dia, dan ‘dia’. And let’s say HAPPY NEW YEAR HIJRIAH friends !!!!